Sabtu, 22 Januari 2011

III. UKURAN AKUARIUM

Semakin besar akuariumnya, maka ekosistem akuarium laut juga akan makin stabil. Hal ini berarti perawatannya akan menjadi lebih mudah.
Pertanyaan selanjutnya adalah, sebesar apa ruang yang ada, dana dan daya listrik yang bisa kita sediakan?
Makin besar ukuran akuarium maka akan semakin besar dana yang diperlukan dan daya listrik yang diperlukan juga akan semakin besar pula. Jadi hanya kita sendiri yang tahu persis sebesar apa akuarium laut impian yang akan kita buat.

Contoh ukuran Panjang x Lebar x Tinggi Akuarium Laut berikut tebal kaca yang digunakan:
75,0 x 40,0 x 40,0 cm Tebal Kaca 5,0 mm.
105,0 x 50,0 x 50,0 cm Tebal Kaca 8,0 mm.
135,0 x 70,0 x 70,0 cm Tebal Kaca 12,0 mm.
200,0 x 70,0 x 70,0 cm Tebal Kaca 15,0 mm.

Sebelum membuat akuarium maka kita harus terlebih dahulu metentukan ukuran Panjang, Lebar dan Tinggi akuarium yang akan kita buat.
Untuk menentukan Panjang, Lebar dan Tinggi akuarium sebaiknya kita perhatikan jenis lampu apa yang akan kita pakai sebagai penerangan utama dan penerangan tambahan di akuarium kita.
Sebagai contoh:
1. Sebaiknya jangan membuat akuarium ukuran panjang 120 cm karena panjang Lampu TL T8 36 watt dan Lampu TL T5 54 watt panjangnya sudah berkisar 115 - 120 cm.
2. Sebaiknya jangan membuat akuarium ukuran lebar 50 cm Kalau kita ingin menggunakan Lampu Metal Halide karena pada umumnya luas area penyinaran Lampu Metal Halide adalah 60 x 60 cm.
3. Sebaiknya jangan membuat akuarium dengan tinggi 70 cm kalau kita hanya ingin menggunakan Lampu TL sebagai penerangan utama akuarium.

Setelah kita tentukan ukuran Panjang, Lebar dan Tinggi akuarium maka langkah selanjutnya adalah menentukan tebal kaca yang harus digunakan.
Untuk menentukan tebal kaca yang diperlukan bisa kita gunakan Calculator Tebal Kaca ini.

Semakin besar atau semakin dalam sebuah Akuarium Laut akan memerlukan kaca yang makin tebal pula. Jangan mengambil resiko dengan menggunakan ketebalan kaca yang tidak sesuai untuk Aquarium Laut.

II. JENIS-JENIS AKUARIUM LAUT

1. Fish Only Tank (FO).
Akuarium laut jenis ini ditujukan untuk memelihara berbagai jenis ikan hias laut saja atau satu jenis ikan hias laut seperti Ikan Crosshatch Trigger yang ada pada foto ini. Sebaiknya kita tidak mencoba menyatukan 2 ekor Ikan Trigger dari satu jenis yang sama dalam satu akuarium karena sangat sulit untuk bisa mendapatkan sepasang Ikan Trigger sejenis yang bisa hidup berpasangan dalam satu akuarium.

2. Fish Only With Liverock Tank (FOWLR).
Pada prinsipnya sama dengan Fish Only Tank. Yang membedakan ada karang hidup (live rock) dalam akuarium laut yang satu ini. Mengingat sifat ikan hias laut rata-rata bersifat teritorial, maka susunan live rock akan menjadi batas teritorial dari masing-masing ikan yang kita pelihara. Akuarium FO dan FOWLR tidak memerlukan intensitas cahaya yang tinggi dan aneka jenis peralatan, sehingga tidak memerlukan dana yang besar untuk mewujudkannya. Ikan-ikan yang akan kita pelihara dalam satu akuarium harus memperhatikan daftar kompatibilitas ikan/Tankmate.

3. LPS (Large Polyped Scleractinia) Reef Tank.
LPS Reef Tank adalah akuarium untuk memelihara berbagai jenis terumbu karang yang termasuk dalam jenis Soft coral dan LPS coral. Jenis ikan yang bisa dipelihara dalam akuarium ini adalah ikan-ikan yang termasuk dalam kategori Reef Safe. (tidak makan coral/terumbu karang).
Akuarium jenis ini perlu intensitas cahaya yang cukup, suhu air antara 24-26 C. Pada dasarnya, kualitas air nya harus lebih baik dibanding FOWLR.
Jenis-jenis Soft coral dan LPS coral yang umum dipelihara dalam akuarium jenis ini biasanya seperti: Anemon, Tangan-tangan, Xenia, berbagai jenis Jamur, Polyp, Karang Otak, Karang Donat, Kolang Kaling, Karang Babut, dan sebagainya.

4. Mixed Reef Tank.
Akuarium ini biasanya berisi LPS (Large Polyped Scleractinia) atau Softies Coral di bagian bawah. Kemudian dikombinasi dengan SPS (Small Polyped Scleractinia) Coral di bagian atas dan juga ikan hias yang termasuk dalam jenis Reef Safe.

Sama dengan akuarium LPS, untuk akuarium ini perlu intensitas cahaya yang kuat, suhu 24–26 C, dan kualitas air yang lebih stabil dibanding akuarium LPS.

5. SPS (Small Polyped Scleractinia) Reef Tank.
Akuarium yang satu ini biasanya didominasi dengan SPS Coral dengan sedikit LPS/Softies Coral dan sedikit ikan hias yang termasuk dalam jenis Reef Safe.
Akuarium SPS perlu cahaya dengan intensitas yang sangat tinggi, suhu air yang stabil pada 24 – 26 C, kualitas air yang stabil, dan arus yang sangat kuat. Akuarium SPS menuntut Ecosystem Tank yang sangat stabil.
Jenis-jenis SPS Coral diantaranya: Acropora, Millepora, Montipora, Digitata, Birdness, Staghorn dan lain lain.

I. TERUMBU KARANG

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia, yang keduanya dibedakan secara asal-usul, Morfologi dan Fisiologi.


Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip. Dalam bentuk sederhananya, karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh Tentakel. Namun pada kebanyakan Spesies, satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui.